Loading...

Search

Memuat...

ANUGERAH KHUSUS.

Mazmur 32:6 - Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya.


Seringkali ada kecenderungan pada orang-orang Kristen untuk tidak sungguh-sungguh mencari Tuhan. Mereka baru sungguh-sungguh mencari saat mereka menghadapi krisis. Kita melihat pola yang sama ini terjadi pada bangsa Israel di Perjanjian Lama. Ini merupakan alasan utama mengapa banyak orang seolah-olah terus-menerus berada dalam krisis, seperti dikatakan dalam
Matius 7:21-27:

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Seperti kita baca di ayat tersebut, hanya memanggil Yesus Tuhan tidak menjamin kita masuk ke dalam kerajaan surga. Kita harus melakukan kehendak-Nya. Memanggil-Nya Tuhan namun tidak melakukan kehendak-Nya berarti sama dengan orang yang tidak percaya. Bagaimana mungkin kita berkata bahwa kita benar-benar mengenal Raja segala raja yang mulia namun tidak pernah melakukan apa yang dikatakan-Nya? Mengetahui bahwa Dia adalah Allah, namun tidak mentaati-Nya sama saja dengan khayalan yang menipu diri sendiri. Khayalan ini telah menuntun ke dalam berbagai tragedi dan kegagalan saat seseorang harus menghadapi badai kehidupan.


Oleh sebab itu, salah satu pencarian utama kita seharusnya ialah untuk mendengar perkataan Tuhan. Sebagaimana kita diberi tahu dalam Yohanes 10:4, Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Dengan kata lain, jika kita tidak mengenal suara-Nya kita tidak akan mengikuti Dia. Tetapi mendengar perkataan-Nya dan mentaati-Nya adalah dua hal yang berbeda. Banyak orang yang bermegah karena mereka begitu baik dalam mendengar suara Tuhan, tetapi mereka tidak pernah melakukan apa yang difirmankan-Nya. Kita harus menunjukkan bahwa firman Tuhan merupakan harta kekayaan yang tidak terukur dan ternilai. Ketika Tuhan memberi kita petunjuk, kita harus terus mengingat dan merenungkannya, serta sering mengkaji ulang untuk melihat sejauh mana kita sudah menuruti petunjuk-petunjuk Raja kita.

Jika Anda bingung tentang cara mendengar suara Tuhan, maka kembalilah dan tinjau kembali hal-hal yang Anda ketahui sebagai kehendak Tuhan. Hal-hal tersebut seperti doa, membaca Alkitab, persekutuan dan semua petunjuk yang jelas diberikan kepada kita dalam Kitab Suci. Saat kita mentaati semua itu, kita akan mulai berjalan dalam terang, dan terang itu akan membuat jalan kita dan suara-Nya menjadi semakin jelas. Seperti yang dikatakan dalam Amsal 4:18, Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

Jika kita berada di jalan yang benar, segala sesuatu pasti menjadi lebih terang. Jika kita berada di jalan yang salah, maka segala sesuatunya akan menjadi semakin gelap dan semakin membingungkan. Jika jalan kita tidak menjadi semakin terang dan jelas setiap hari, maka berarti kita telah menyimpang dari jalan yang benar. Di dalam Tuhan, jalan yang salah tidak pernah menjadi jalan yang benar. Satu-satunya jalan bagi kita untuk kembali ke jalan yang benar ialah untuk kembali ke titik di mana kita membuat belokan yang salah. Itulah yang disebut dengan pertobatan.


Pertobatan bukan saja merupakan suatu tindakan yang baik; pertobatan adalah salah satu kebenaran Kristen terbesar. Bersama Kristus kita dapat kembali ke titik di mana kita membuat kesalahan, membereskannya, dan memulai kembali. Dalam Kisah Para Rasul 11:18, kita membaca tentang tanggapan orang-orang percaya Yahudi setelah mendengar kesaksian Petrus saat ia pergi ke rumah Kornelius, Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup." Tujuh kata yang paling kuat penekanannya dalam Kitab Suci ditemukan dalam ayat ini: "... Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup." Pertobatan adalah anugerah khusus yang Allah karuniakan, dan anugerah itu memimpin kepada hidup.

Berkat Dan Kutuk Lewat Mulut

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya - Markus 11:23

Saya pernah membaca tentang sebuah artikel dimana seorang dokter melakukan "Terapi Wicara" pada pasien yang menderita depresi. Selain menerima pengobatan, dokter meminta pasien untuk mulai membuat deklarasi positif tentang hidupnya, mengatakan hal-hal seperti: "Saya memiliki masa depan. Orang-orang senang bersama saya. Hal baik akan datang."

Beberapa pasien depresi karena mereka menghadapi penyakit yang mengancam nyawa mereka dan membuat mereka kehilangan harapan. Untuk itu ketika dokter ditanya oleh mereka, "Apakah ada yang pernah selamat dari penyakit ini?" jawabannya selalu "Ya." Lalu mereka akan meneruskan dengan berkata, "Untuk itu saya minta Anda untuk terus mengatakan, ‘Saya akan sembuh. Saya akan menjadi salah satu orang yang berhasil mengalahkan penyakit ini.'"

Dan ketika para pasien mentaati perintah dokter tersebut, secara ajaib, banyak diantara mereka yang keluar dari depresi bahkan mengalami kesembuhan.

Tahukah Anda bahwa kata-kata Anda berkuasa?! Mari mulai mendeklarasikan hal-hal yang baik! Ucapkanlah berkat atas hidup Anda dan keluarga Anda. Sepanjang hari Anda ucapkan hal seperti ini, "Saya berkenan dihadapan Tuhan. Saya kuat dan sehat. Saya mampu mengerjakan apa yang harus saya kerjakan."

Tahukah Anda bahwa apa yang Anda katakan tentang diri Anda sendiri memiliki dampak terbesar lebih dari siapapun yang berkata-kata tentang Anda? Namun banyak orang lebih sering mengkritik dirinya sendiri. Mereka tidak menyaradari bahwa dengan melakukan hal tersebut mereka sedang mengutuk masa depan mereka sendiri. Kata-kata yang Anda ucapkan pada diri Anda masuk kedalam pikiran Anda. Jika kata-kata negatif yang Anda ucapkan akan menghasilkan rasa rendah diri. Dan yang terburuk adalah semua kata-kata negatif tersebut bisa menghancurkan rencana Allah dalam hidup Anda.

Untuk itu, mulai saat ini berubahlah. Ubahlah kata-kata yang Anda ucapkan pada diri sendiri. Saat intimidasi datang, katakanlah pada diri Anda, "Saya adalah seorang pemenang, bahkan lebih dari pemenang! Allah menentukan saya untuk menjadi kepada dan bukan jadi ekor!"

Tidak cukup dengan memikirkannya, Anda harus ucapkan. Telinga Anda harus mendengarkan apa yang Anda katakan. Hal ini akan membantu Anda membangun iman Anda.

Jika Anda sedang bergumul dengan masalah finansial, mulai katakan,"Allah adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Tuhan adalah penyediaku. Aku akan memberi dan bukannya meminta-minta. Tuhan menyediakan sebuah pekerjaan baik bagiku." Katakanlah hal itu, sampai iman Anda bangkit, dan tertanam dalam benak Anda.

Sewaktu ibu Joel Osteen didiagnosa menderita kanker pada tahun 1981, dia membuat list 40 ayat tentang kesembuhan. Setiap hari, dia katakan ayat-ayat tersebut dan mengatakan hal-hal seperti, "Saya akan hidup dan tidak mati. Tuhan memberikan kesehatan pada saya. Dengan umur panjang Dia akan memuaskan saya."

Sekalipun beratnya hanya 89 pounds dan dokter memvonis bahwa dia hanya akan hidup beberapa minggu lagi, ibu Joel Osteen tidak mau melihat dirinya sebagai seseorang yang kalah dan akan mati. Sebaliknya, dia melihat dirinya sebagai seseorang yang terus bertumbuh kuat, berumur panjang, sehat, dan hidup bahagia. Kata-katanya membuat dia memiliki iman dan dipenuhi pengharapan.

Sedikit demi sedikit dia mulai merasa lebih baik, dan bahkan, secara supranatural Tuhan menyembuhkannya! Hari ini, lebih dari 25 tahun kemudian, dia masih hidup dan bahkan mendoakan banyak orang untuk mengalami kesembuhan sama seperti yang pernah dialaminya. Bahkan sekarang, setiap kali dia keluar rumah, dia mengucapkan berkat atas hidupnya.

Anda dapat melakukan hal yang sama seperti yang ibu Joel Osteen lakukan. Cari ayat Alkitab yang dapat diaplikasikan dengan keadaan Anda saat ini dan deklarasikan. Lakukanlah hal ini dalam hal-hal dimana Anda sering bergumul tentang itu. Jangan ijinkan kata-kata negatif keluar dari mulut Anda. Luangkan beberapa menit setiap hari untuk memberkati diri Anda sendiri, dan deklarasikan kemenangan.

Ingatlah hal ini, UBAHLAH KATA-KATA ANDA, MAKA HIDUP ANDA AKAN BERUBAH, BAHKAN HAL ITU AKAN MENGUBAH MASA DEPAN ANDA.